|
|
Pokok-pokok keimanan dalam agama Hindu dibagi menjadi lima bagian yang disebut dengan Panca Sradha, yaitu percaya adanya Tuhan (Hyang Widhi), percaya adanya Atman, percaya adanya Hukum Karma Phala, percaya adanya Punarbhawa (Reinkarnasi/ Samsara) dan percaya adanya Moksa. Seterusnya… Pokok-Pokok Keimanan Agama Hindu
Alam Nawa Natya digambarkan adanya sembilan syarat bagi seseorang yang dapat dipilih
sebagai pemimpin pembantu raja. Sembilan syarat yang disebut Nawa Natya adalah:
1.Pradnya widagda, artinya bijaksana dan mahir
dalam berbagai ilmu pengetahuan. Orang yang mampu menjadikan ilmu sebagai alat
untuk memperkuat diri dan mampu menjadikan dirinya seorang bijaksana inilah
yang disebut pradnya widagda. Seterusnya… 9 Syarat Seorang Pemimpin
Agama Hindu menyediakan literatur yang melimpah untuk dijadikan tumpuan belajar dan panduan mempraktikkan kehidupan beragama. Ada kelompok kitab Weda yang banyak jumlahnya, kemudian di Bali sendiri masih dibantu dengan literatur dalam bentuk lontar. Nah, itu baru panduan yang tertulis saja, karena di luar itu masih ada sulinggih ataupun pemangku sebagai tempat konsultasi tentang masalah keagamaan. Jika itu pun belum cukup, maka masih ada lusinan dresta, sima atau tradisi yang telah lumrah dipraktikkan turun-temurun. Demikian banyaknya tempat untuk bertanya dan belajar, toh orang Bali (Hindu) belum merasakannya cukup. Masih ada satu sumber yang patut dan (harus) digunakan: cara gaib dengan nunas bawos alias wawancara gaib dengan pihak-pihak yang diharap. Entah dengan leluhur, betara, atau panumadian-nya (roh yang menjelma). Ya, nunas bawos atau istilah lainnya meluasang, mepeluasang, ngalih munyin pipis baas, metuunang, dan istilah lainnya Seterusnya… Benarkah Roh Leluhur Bisa Diajak Bicara?
Oleh: IGN.Suardeyasa
Seseorang yang telah dipertemukan dengan berbagai agama, secara implisit memastikan dan mencermati ondisi sosial masyarakat sekitar tersebut, pelan-pelan terekam dalam memori, suatu ketika akan menjadi sebuah pengetahuan tersendiri baginya dan bagi masyarakat.
Salah satu yang mencengangkan dewasa ini adalah permasalahan perkawinan beda agama. Penulis sudah mengadakan pengamatan di berbagai keluarga yang memeluk agama berbeda. Ada yang memilih untuk tetap menjadi Hindu meskipun istri/suaminya beragama lain. Adayang memilih untuk memeluk agama suami. Tapi di antara perkawinan jenis ini, “paid bangkung” yang paling menyedihkan, paling tidak punya jati diri. Seterusnya… Realitas Sosial Perkawinan Beda Agama
Pandita Mpu Jaya Dangka Ramana Putera
Hakikat Buta kala
Umat Hindu mengenal istilah Butakala. Konotasinya negatif dalam kehidupan manusia. Butakala itu serakah, loba, tidak pernah puas, terkadang menciptakan berbagai penyakit dan wabah baik bagi manusia maupun alam lingkungan. Bila manusia disusupi oleh butakala, maka sifat-sifat butakala akan menjelma dalam tindakan manusia. Untuk menangkal halhal yang merugikan manusia tersebut maka setiap upacara panca yadnya, selalu diawali dengan memberi suguhan kepada butakala dalam bentuk caru, dari yang terkecil sampai yang terbesar (caru ekosata, manca sata, resi gana dan seterusnya sampai caru eka dasa ludra). Seterusnya… Buta Kala Merajalela di Petinggi Bangsa Indonesia
|
|
SUPORT I'am Kesel

Putu Suniat

Putra
|